Pondok Pesantren Ta'mirul Islam. Diberdayakan oleh Blogger.
Tulisan Terbaru
Pelatihan Kewirausahaan
Written By wahidnuruddin on Minggu, 08 November 2015 | 04.13
Lulus
dari pondok pesantren tanpa menguasai ilmu lain di luar ilmu agama
ternyata membawa konsekuensi cukup berat. Tidak jarang, para lulusan
pesantren tidak mampu untuk bersaing terutama di dunia kerja formal
maupun wirausaha. Pelatihan wirausaha bagi para santri yang bertempat di Aula Pesantren, Pelatihan Kewirausahaan
ini dilaksanakan sebagai bentuk semangat kami dalam bertanggung jawab
mendidik santri untuk menjadi seorang entrepreneur sesuai anjuran
Rasulullah “ujar pimpinan pelaksana Ust. Wazir Tamami, S.H
Para santri diharapkan memiliki jiwa
kewirausahaan yang tinggi. Karena pada dasarnya, kewirausahaan merupakan
salah satu indikator kemajuan sebuah negara.“Demikian Rasulullah SAW
melalui jiwa wirausahanya mampu membangun kehidupan jujur dan mandiri”.
UjarnyaSementara itu, ditunjuk sebagai narasumber Ust.
Sholeh,Ust.Jeihan,Ust.Chusnul.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri
putra dan putri, pengurus dan ustadz dengan keseluruhan jumlah lebih
dari 100 orang.Sebagai lulusan pondok pesantren merasakan betul,
bagaimana susahnya lulusan pesantren untuk bersaing di dunia kerja.
Karena itulah, pelatihan ini merupakan upaya berdasar pengalaman agar
lulusan pesantren tidak hanya pasif, tetapi juga berani berwirausaha dan
mandiri. Menurut narasumber “menumbuhkan jiwa entrepreneur dari dini.
Kita nanti hidup di dunia ini setelah keluar dari (pesantren) ini, di
kehidupan nyata di lingkungan rumah, itu kan kita harus tetap eksis,
tetap (bisa) melanjutkan hidup, itu.”
Pelatihan wirausaha ini tidak hanya
berhenti seusai pertemuan selama satu hari setiap hari jumat kegiatan
pelatihan kewirausahaan rutin dilaksanakan.dengan harapan agar santri
yang lulus memiliki wawasan lebih luas dan lebih banyak kesempatan untuk
bersaing di dunia luar, sehingga menjadi santri yang lebih mandiri.(red-danang/intan)
November 8, 2015
Paduan Suara “Scout Party”
Kegiatan pramuka yang tergabung dalam “scout Party” mengadakan kegiatan lomba paduan suara antar SKA baik itu penggalang ataupun penegak hal ini sebagai wadah untuk menampung, mengembangkan & mengekspresikan seni bernyanyi dalam paduan suara.
Lomba paduan suara antar SKA dipimpin
oleh duta pramuka ananda yolanda wulur klas 3 dan jihan nadia kelas 3
kmi dengan hasil kemenangan diraih dari penggalang SKA 2dan SKA 4. (Red-Intan)
November 8, 2015
Musyawarah Menuju 30th Pondok
Musyawarah
mufakat itulah gunanya diadakan rapat ((5/11) dipimpin langsung ust.
Wazir Tamami, S.H (pimpinan humas) dihadiri berbagai unit baik itu Mahad
Aly, Bagian pengasuhan,KBTK, Pramuka, DeMa, Bagian AlQuran dan Bahasa.
Hasil rapat adalah perencanaan peletakan
batu pertama di masaran (takmirulislam II) ataupun persiapan kegiatan
menuju 30th pondok seperti pengadaan lomba, Bakti Sosial, Bazzar, Pentas
Seni, Jambore dan masih banyak lagi kegiatan lainnya guna memeriahkan
acara tersebut.
Tujuan pelaksanaan ini adalah selain
sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah,SWT bahwa takmirulislam tetap
istiqomah dalam mengembangkan pendidikan ala pondok pesantren serta
bentuk syiar dakwah kepada masyarakat sekitar. (red danang-iput)
November 7, 2015
Pengecoran Jembatan
Written By wahidnuruddin on Sabtu, 07 November 2015 | 04.08
Tahfidz
Kelas Tahfidz
merupakan program pendidikan pondok yang menggunakan metode
mengedepankan hal menghafal dan memahami al quran yang mana menghafal al
quran masuk dalam kurikulum kegiatan belajar mengajar para santri.
Sebagaimana yang dilaksanakan sabtu malam dikediaman pimpinan pimpinan
pondok KH. Moh Halim, S.H disana santri melakukan Tes Baca (evaluasi
bagi santri yg sudah menyetorkan hafalan baru) setelah dari rumah
pimpinan santri akan mengulang hafalan yang diperoleh(metode takrir)
dengan pembimbing Ust M Yusuf Al hafid,ust. ikhsan haris,ust. asrof
multazam
Dalam program ini santri diajarkan
pembiasaan untuk menghafal dan memahami Al Qur’an. Adapun tujuan
dibentuknya program TAHFIDZ adalah :
- Menumbuhkan kesadaran peserta didik agar membiasakan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
- Menumbuhkan sikap penting terhadap kelancaran membaca dan menghafal Al-Qur’an.
- Menanamkan kepada santri untuk berakhlakul qurani.
- Melaksanakan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- Meningkatkan mutu pendidikan pondok
- Dan yang lebih penting diharapkan setelah santri lulus minimal hafal beberapa juz dalam Al Qur’an.
October 31, 2015
Bahasa Arab itu mudah
Sebagian
besar dari kita mungkin beranggapan bahwa Bahasa Arab itu adalah bahasa
yang sangat sulit, sehingga ramai yang menyerah kalah untuk
mempelajarinya, Ini semua tidak terlepas dari penyajian pelajaran Bahasa
Arab yang selama ini cenderung tidak sistematis dan membosankan.
Berpuncak dari fenomena di atas maka
pondok pesantren takmirul islam setiap malamnya dibimbing OSTI bidang
Bahasa berusaha untuk memberikan gambaran pembelajaran Bahasa Arab mudah
dan sistematis.
Tujuan Pembelajaran ini adalah ;
• memahami konsep tulisan Arab.
• Menambah kosakata baru dalam bahasa arab
• membaca dan menulis kata-kata Arab
• menulis nama Anda dalam bahasa Arab dengan mudah
• mengucapkan huruf Arab
• memahami konsep tulisan Arab.
• Menambah kosakata baru dalam bahasa arab
• membaca dan menulis kata-kata Arab
• menulis nama Anda dalam bahasa Arab dengan mudah
• mengucapkan huruf Arab
Tetap semangat dan belajarlah dimanapun engkau berada…
(red-Danang)
(red-Danang)
November 2, 2015
Laskar Merah Putih “Andika”
Andika
yang terpilih sebagai duta pramuka melaksanakan penegasan materi khusus
bagi andika yang mempunyai prestasi yang bagus atau lebih dikenal
dengan Laskar Merah Putih.Penegasan ini memudahkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi secara mandiri dan independen sesuai dengan bidangnya masing-masing”. Mengupayakan pengembangan kreativitas dan kualitas Sumber Daya Manusia.
Laskar Merah Putih yang merupakan
Organisasi bagian dari kepramukaan sebagai sarana untuk menyalurkan
pendapat dengan tetap berada dalam koridor kepramukaan. Materi penegasan
itu dibuat secara sederhana, realistis, dan aplikatif, serta bersifat
fleksibel, sehingga mudah dilaksanakan dan disesuikan dengan kemampuan,
berdasarkan sistuasi dan kondisi.
Sebaik apapun Program Kerja sebuah
organisasi,harus ada evaluasi yang berguna untuk perencanaan kegiatan
mendatang, namun yang paling penting adalah Komitmen dari semua anggota
Pengurus untuk membesarkan organisasi.
Jangan pernah bertanya apa yang
organisasi berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang akan diberikan
kepada organisasi, karena sebuah organisasi ibarat sebuah “Pohon” yang
harus terus tumbuh dan berkembang. (red-Intan)
November 2, 2015
Ahad Malam
Rapat dwi mingguan ustz pondok setiap ahad malam yang dipimpin oleh direktur KMI putri Ust. Suwardi, M.S.I membahas
rencana dan laporan kerja di tiap bagian, hal ini dimaksudkan untuk
memenuhi tugas pokok dan fungsinya dalam tiap bagian
(bahasa,pengasuhan,dsb) serta penyelesaian masalah ataupun perbaikan
apabila adanya kekurangan dalam pelaksanaan di semua aspek kegiatan yang
ada di ranah kepondokan. (red-intan)
November 2, 2015
Tahapan Pembangunan Pondok “Baru”
Tahapan pembanguan pondok ta’mirul
islam putra dimasaran seragen jawa tengah indonesia, alhamdulilah untuk
saat ini telah mencapai tahapan sebagai berikut ;- Pengeringan lahan yang mana lahan awal nya adalah bekas lahan persawahan.
- Pembuatan gudang dan perumahan tukang dan pengawas kerja tukang
- Pembuatan jembatan penghubung antara jalan ke area ponpes
- Pembuatan kolam, kamar mandi, sumur, dan lain sebagai nya.
- Pimpinan : H.M.Wazir Tamami S.H
- Ketua :Ust. Maulana Malik Irkhas
- Sekben :Usth Nurul Wachidiah
- Ust asrof Multazam
- Charis sulistio
- Faturrohman
Bagi anda yang berniat wakaf untuk pembangunan ponpes ta’mirul islam bisa langsung datang kekantor pembanguan ta’mirul islam.
November 3, 2015
Perkajum di Makam Haji
Written By wahidnuruddin on Jumat, 17 April 2015 | 08.12
Untuk meningkatkan semangat dan
pengalaman para santri dalam perkemahan, maka pada tanggal 26-27 Maret
2016 diadakan Perkemahan kamis-jum’at yang sering disingkat PERKAJUM.
PERKAJUM berlokasi di lapangan dekat makam haji Sukoharjo. Acara
tersebut diikuti oleh anggota SKA I Ta’mirul Islam.
Para peserta berangkat ke lokasi pada
kamis sore dan selesai jum’at sore. Mereka berangkat jalan kaki dari
pondok menuju lokasi yang berjarak kira-kira 5 km. Setelah sampai ke
lokasi, para peserta beristirahat sebentar, kemudian dilanjutkan dengan
mendirikan tenda di lapangan dekat pemakaman yang besar tesebut. Para
peserta sangat antusias dalam mengikuti perkemahan selama dua hari
semalam tersebut. mereka nampak semangat dalam kelelahan yang nampak
dari wajah mereka. Para anggota SKA I bernyanyi dengan riangnya
menyanyikan lagu-lagu dengan penuh semangat.
Peningkatan Bahasa
Motto
Pondok Pesantren Ta’mirul Islam yang terkenal di kalangan santriwati
“اللّغَةُ لِبَاسُ الْمَعْهَدِ”. Motto tersebut berarti “Bahasa Adalah
Pakaian Pondok”. Sebagaimana pakaian yang digunakan sehari-hari,
begitupula dengan bahasa di dalam pondok. Dalam percakapan
sehari-harinya, para santriwati menggunakan dua bahasa resmi. Dua bahasa
resmi tersebut adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Keduanya,
merupakan bahasa yang wajib dan penting untuk dipelajari. Meski
peraturan pondok mewajibkan penggunaannya
dalam percakapan sehari-hari, tidak jarang santriwati dengan sengaja
malas berbahasa resmi. Bahkan dalam kepengurusan OSTI terdapat satu
bagian khusus yang menangani masalah bahasa resmi. Bagian bahasa.
Tepat pada hari Selasa, 24 Maret 2015 bertempat di mushola putri Raudhatul Jannah, Bagian Bahasa OSTI melaksanakan program Tasyji’ Al-lughoh. Peserta datang dari pengurus OSTI dan Koordinator Gerakan Pramuka. Sedangkan pengisi Tasyji’ Al-lughoh adalah Ustadz Kavin Jaladri. Dilaksanakan dengan tujuan tumbuh keberanian dan semangat mereka dalam menggunakan bahasa resmi.
Dalam penjelasannya, Ustadz Kavin
mengatakan ada 4 kemahiran dalam berbahasa yang harus diperhatikan.
Kemahiran berbicara, kemahiran membaca, kemahiran menulis, dan kemahiran
mendengar. Kemahiran-kemahiran tersebut tidak terwujud tanpa dimulai
dengan rasa suka dan membiasakan diri. Dalam hal kemahiran membaca
misalnya, bisa dimulai dengan membaca bacaan berbahasa Arab atau
Inggris. Tidak harus tulisan panjang dengan halaman yang banyak. Cukup
dari tulisan-tulisan pendek. Terlihat sepele memang. Namun, perbuatan
kecil tersebut jika diteruskan dan dilakukan secara rutin akan menjadi
kebiasaan. Kebiasaan yang baik memang selalu dimulai dari hal-hal kecil.
Semoga dengan kegiatan ini, niat baik
penyelenggara program dan pengisi program sampai kepada pengurus OSTI
dan Koordinator Gerakan Pramuka. Ketika pengurus semangat dalam
berbahasa resmi, maka anggota pun ikut semangat berbahasa. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)

