Motto
Pondok Pesantren Ta’mirul Islam yang terkenal di kalangan santriwati
“اللّغَةُ لِبَاسُ الْمَعْهَدِ”. Motto tersebut berarti “Bahasa Adalah
Pakaian Pondok”. Sebagaimana pakaian yang digunakan sehari-hari,
begitupula dengan bahasa di dalam pondok. Dalam percakapan
sehari-harinya, para santriwati menggunakan dua bahasa resmi. Dua bahasa
resmi tersebut adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Keduanya,
merupakan bahasa yang wajib dan penting untuk dipelajari. Meski
peraturan pondok mewajibkan penggunaannya
dalam percakapan sehari-hari, tidak jarang santriwati dengan sengaja
malas berbahasa resmi. Bahkan dalam kepengurusan OSTI terdapat satu
bagian khusus yang menangani masalah bahasa resmi. Bagian bahasa.
Tepat pada hari Selasa, 24 Maret 2015 bertempat di mushola putri Raudhatul Jannah, Bagian Bahasa OSTI melaksanakan program Tasyji’ Al-lughoh. Peserta datang dari pengurus OSTI dan Koordinator Gerakan Pramuka. Sedangkan pengisi Tasyji’ Al-lughoh adalah Ustadz Kavin Jaladri. Dilaksanakan dengan tujuan tumbuh keberanian dan semangat mereka dalam menggunakan bahasa resmi.
Dalam penjelasannya, Ustadz Kavin
mengatakan ada 4 kemahiran dalam berbahasa yang harus diperhatikan.
Kemahiran berbicara, kemahiran membaca, kemahiran menulis, dan kemahiran
mendengar. Kemahiran-kemahiran tersebut tidak terwujud tanpa dimulai
dengan rasa suka dan membiasakan diri. Dalam hal kemahiran membaca
misalnya, bisa dimulai dengan membaca bacaan berbahasa Arab atau
Inggris. Tidak harus tulisan panjang dengan halaman yang banyak. Cukup
dari tulisan-tulisan pendek. Terlihat sepele memang. Namun, perbuatan
kecil tersebut jika diteruskan dan dilakukan secara rutin akan menjadi
kebiasaan. Kebiasaan yang baik memang selalu dimulai dari hal-hal kecil.
Semoga dengan kegiatan ini, niat baik
penyelenggara program dan pengisi program sampai kepada pengurus OSTI
dan Koordinator Gerakan Pramuka. Ketika pengurus semangat dalam
berbahasa resmi, maka anggota pun ikut semangat berbahasa. Amin.
0 komentar:
Posting Komentar